Minggu, 05 Desember 2010

Pesawat Merpati Rusak, Penumpang Terlantar

Diposting oleh Titin Suria di 22.27 0 komentar
Liputan6.com, Kupang: Akibat kerusakan mesin, pesawat Merpati tujuan Kupang-Manggarai batal terbang dari Bandar Udara Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ahad (5/12). Akibatnya, para penumpang pesawat tersebut terlantar.
Penumpang yang terlantar di antaranya rombongan peserta pelatihan fasilitator desa sarana penyediaan air minum dan sanitasi dari Pansinmas Manggarai Barat. Seharusnya, Senin besok mereka semestinya harus berada di lokasi pelatihan.
Para penumpang kecewa karena pihak Merpati tidak mencarikan penerbangan lain. Sementara pihak Merpati di Bandara Eltari tidak mau berkomentar soal pembatalan penerbangan ini. Sementara kepada penumpang, pihak Merpati menjawab tidak pasti kapan pesawat akan terbang.
Konfirmasi terakhir SCTV kepada Koordinator Fasilitator Wilayah Flores Martuti Seran, dari 25 penumpang yang terlantar 14 di antaranya sudah diterbangkan dengan mengalihkan pesawat cassa rute Kupang Atambua ke Manggarai. Sedangkan sisanya dijanjikan pihak Merpati akan diterbangkan Senin besok meski tanpa kompensasi biaya penginapan dan ongkos taksi.(BOG)

Analisa:
Mengingat kembali bahwa persaingan bisnis di dunia maskapai penerbangan sudah cukup pesat, maka hal yang terjadi pada  Merpati ini seharusnya tidak boleh terjadi (apabila pihak perusahaan masih mau bertahan pada bisnis ini) Karena semakin pesatnya persaingan, maka kualitas dan service harus benar-benar ditingkatkan agar penumpang mau memilih maskapai penerbangan. Apa yang menjadi patokan seorang penumpang memilih salah satu penerbangan? Yang pasti dikarenakan adanya suatu keunggulan dari maskapai tersebut, bisa dari segi harga , service maupun kualitas daripada maskapai tersebut.

Dengan menelantarkan penumpang seperti yang tertulis pada artikel diatas, dapat memberi dampak buruk yaitu image perusahaan merpati menjadi buruk. Sebab berita sudah menyebar lewat sarana informasi yang ada. Dengan banyaknya pilihan maskapai penerbangan, membuka kesempatan kepada setiap orang yang ingin menggunakan fasilitas pesawat yang benar-benar aman serta tidak mengecewakan tentunya.

Sabtu, 27 November 2010

Terluka, Obama Mendapat 12 Jahitan di Mulut

Diposting oleh Titin Suria di 00.31 1 komentar
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama harus menerima 12 jahitan di bibir bagian atas. Tim dokter terpaksa melakukan itu karena Obama terluka saat bermain basket.

Pernyataan itu disampaikan juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs, tiga jam setelah kejadian, Jumat 26 November 2010 pagi. Kecelakaan itu terjadi saat Obama, keluarga, dan teman-temannya berkunjung ke Gedung Putih untuk merayakan Thanksgiving.

Kejadian itu berlangsung di Fort McNair, tak jauh dari Gedung Putih. Obama memang terkenal gemar bermain basket. Jumat pagi itu, Obama dan para koleganya bermain lima lawan lima, full team.

Di antara para pemain terdapat keponakan Obama, Avery Robinson, Sekretaris Pendidikan Arne Duncan, Direktur Program untuk Kaukus Kongres Hispanik Institute, Rey Decerega, dan asisten pribadi Obama, yang bermain di Duke University, Reggie Love. Obama mengenakan t-Shirt lengan pendek dan celana olahraga.

Setelah 90 menit bermain, peristiwa itu terjadi. "Tidak sengaja terkena sikut pemain lawan di bibir. Presiden menerima 12 jahitan dan saat ini ditangani tim dokter Gedung Putih," kata Gibbs.

Tim medis kepresidenan AS langsung bertindak. Bibir Obama dijahit. Luka robek di bagian mulut ini mungkin sedikit mengganggu agenda Obama dengan Kongres pada Selasa mendatang.

Gedung Putih awalnya tidak mau mempublikasikan nama orang yang menyebabkan Obama cedera, tapi akhirnya diumumkan juga. Pelakunya adalah Direktur Program untuk Kaukus Kongres Hispanik Institute, Rey Decerega. (Associated Press | umi)
• VIVAnews

Analisa :
Artikel ini membuktikan bahwa seorang pemimpin negara juga sama seperti orang awam biasa yang ingin menyalurkan hobinya di waktu senggang. Selama Beliau mampu mengemban dan menjalankan tugasnya dengan baik maka hal tersebut tidak ada salahnya. Dengan agenda yang berisi berbagai kesibukan, Beliau perlu merefreshingkan diri, walau kemungkinan buruk seperti yang dialami Obama ini bisa terjadi. Namun hal itu tidak ada hubungan dengan kedok teroris yang ingin membahayakan presiden, tetapi hanya kecelakaan kecil yang normal terjadi bagi pemain basket.

Dengan begitu, semua kepala negara di belahan dunia juga memiliki hak yang sama. Yang paling utama adalah ingat dengan tangung jawab serta memberikan yang terbaik untuk rakyatnya. Itulah sosok pemimpin yang menjadi impian seluruh rakyatnya.

Jumat, 26 November 2010

Diposting oleh Titin Suria di 18.27 0 komentar
STOCKHOLM, KOMPAS.com - Seorang pria Swedia menyiarkan suara musik dari perutnya selama beberapa jam tapi sayang sekali, kualitas suaranya masih mengecewakan.
"Suara itu jelek, jelek. Itu suara yang jelek sekali. Tapi bukan itu yang penting, aku cuma mau memperlihatkan bahwa itu berhasil", kata Fredrik Hjelmqvist (45), pemilik toko peralatan hi-fi di Stockholm.
Bagaimana perutnya bisa berbunyi? Hjelmqvist memang merancang sistem audio mini, lengkap dengan speakernya, kemudian dimasukkan dalam kapsul. Nah, kapsul itulah yang kemudian dia telan seperti tampak dalam foto.
"Itu berhasil, kami adalah yang pertama di dunia yang melakukan ini," kata Hjelmqvist --yang berharap bisa menjual temuannya dengan harga 12.800 euro (17.000 dolar AS).
Kapsul plastik yang digunakan berisi peralatan dan memiliki ukuran sekitar tiga sentimeter dan lebar 1,5 sentimeter dan berisi peralatan audio mini dengan baterai berkekuatan besar.
Musik tersebut dapat didengar dengan menggunakan stetoskop yang dihubungkan dengan amplifier. Namun setelah sekitar tiga jam, rangkaian lagu Gloria Gaynor "I Will Survive" dan lagu Village People "YMCA" mulai hilang dan tak dapat didengar lagi.
"Operasinya tak bisa berlangsung hingga lewat akhir pekan ini, karena sebab alamiah," kata Hjelmqvist.

Analisa:
Bagi negara yang sudah maju termasuk Swedia selalu saja ingin membuat hal-hal yang menghebohkan  dan menjadi nomor satu, artinya mereka senang melakukan penelitian/penemuan yang belum pernah dilakukan oleh negara lain. Seperti pada artikel diatas, mereka ingin diakui sebagai negara yang maju dalam hal teknologi, walaupun belum sempurna mereka tetap bangga karena menjadi yang pertama kali melakukan penelitian tersebut.
Persaingan antar negara untuk menjadi no satu sangat membawa pengaruh positif karena memicu kekreatifan penduduk yang ada didalamnya. Semakin banyak orang yang menunjukkan bakat dan kekreatifannya maka yang lain juga terpacu untuk tidak kalah tentunya. Oleh karena itu, dapatkah bangsa kita Indonesia juga turut bersaing didalamnya? Semoga dengan membaca artikel ini, memicu kita untuk lebih berpikir kreatif dan penuh inovatif.

Minggu, 07 November 2010

Merapi Meletus, Inilah 5 Keputusan Presiden soal Merapi

Diposting oleh Titin Suria di 04.45 0 komentar
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu
Jumat, 5 November 2010 | 14:21 WIB

ABROR RIZKI/ PRESIDENSBY.INFO
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berikut artikel tentang Gunung Merapi yang akhir-akhir ini merupakan bencana dan sangat mencemaskan rakyat Indonesia, artikel disertai analisa penulis :
 
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan lima keputusan terkait penanganan letusan Gunung Merapi. (Sebagai seorang pemimpin negara yang baik dan bertanggung jawab, memang sudah sangat benar SBY mengeluarkan keputusan-keputusan yang terbaik untuk rakyat seperti berikut ini, namun banyak pihak yang berpikiran buruk pula, mereka hanya beranggapan bahwa pemimpin-pemimpin hanya menjadikan hal ini kedok untuk mencari muka, supaya menjadi pemimpin yang tersohor. Seharusnya orang yang berpikiran negatif tersebut menyadari bahwa hasil pemikirannya bisa mengacaukan dan merusak negara ini, yang harus mereka lakukan adalah justru kebalikannya yakni selalu mendukung apa yang menjadi keputusan pemimpin selama itu menguntungkan dan demi kepentingan rakyat, agar negara ini bisa terus maju dan berkembang)


Berikut lima keputusan Presiden yang disampaikan di Kantor Presiden, Jumat (5/11/2010).
1. Kendali operasi tanggap darurat mulai hari ini satu komando berada di tangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  dibantu Gubenur DI Yogyakarta, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, dan Kapolda DIY.  
(Keputusan ini sangat baik, dimana ada pihak-pihak yang diberi wewenang sehingga penanganan terhadap korban bencana dapat lebih cepat ditangani. Namun hal ini perlu didukung oleh pihak-pihak yang terpilih tersebut, mereka harusla orang yang mampu bertanggung jawab dan dapat mejalankan tugasnya dengan baik. Seperti yang kita ketahui bencana sulit diketahui kapan datangnya, di luar jam kerja , di tengah malampun mereka harus siap siaga dan harus mengesampingkan urusan pribadi. Intinya disini, mereka harus mengutamakan rakyat atas limpahan perintah seorang pemimpin negara)

2. Unsur pemerintah pusat diajukan, dipimpin Menko Kesra, untuk memastikan agar bantuan dari pemerintah pusat bisa lebih cepat, tepat, dan terkoordiansi lebih baik.
(Keputusan ini juga sangat bermanfaat, dimana penyaluran bantuan tidak hanya disampaikan secara cepat dalam hal waktu, tetapi juga langsung tepat sasaran, serta dikoordinasi oleh pihak-pihak yang dapat dan mampu bertanggung jawab atas hal itu)


3. TNI saat ini telah melakukan persiapan. Akan dikerahkan satu brigade penanggulangan bencana, dipimpin brigadir jenderal. Brigade ini terdiri dari batalyon kesehatan, batalyon semi-tempur untuk konstruksi, batalyon infantri, batalyon marinir, serta batalyon perbekalan dan angkutan. Brigade TNI tersebut bertugas membangun fasilitas rumah sakit lapangan, di samping mengaktifkan fasilitas semua rumah sakit yang ada di daerah itu, serta membangun dapur-dapur umum. Brigade juga memobilisasi angkutan untuk mobilitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lain. Koordinasi berada di bawah Kepala BNPB. 
(Keputusan ini sungguh-sungguh demi kepentingan rakyat secara keseluruhan, jika dapat dijalankan dengan baik dan benar, sungguh merupakan point plus bagi pemimpin kita yang telah memberikan keputusan yang bijaksana seperti ini. Pada poin ini, rakyat sangat diperhatikan yang mana ada batalyon kesehatan untuk mengobati rakyat-rakyat yang menjadi korban gempa, batalyon untuk konstruksi yaitu untuk membantu rakyat dalam membangun sarana dan pasarana sehingga mereka tidak kepanasan dan kehujanan serta memiliki tempat peristirahatan dan berlindung untuk sementara waktu. Disamping itu, pemerintah juga memperhatikan korban becana dengan berbagai fasilitas kesehatan sehingga korban bencana yang sakit dapat segera ditangani, hal ini akan dapat meminimalisasikan angka kematian tentunya serta rakyat juga disiapkan mobilisasi sehingga korban bisa memanfaatkannya dengan baik. Dalam hal makanan, juga sangat diperhatikan disini. Pemimpin telah memikirkan hal-hal yang diperlukan korban bencana dari hal yang besar hingga yang kecil sekalipun jadi hendaknya rakyat berterima kasih atas keluarnya keputusan seperti ini)

4. Polri dikerahkan dan menugaskan satuan tugas penanggulang bencana untuk mengatur lalu litas dan pengamaan kepada masyarakat. Satgas ini juga di bawah Kepala BNPB.
(Hal ini juga sangat penting, dimana pasca bencana keadaan kota atau daerah yang bersangkutan akan berantakan dan sangat diperlukan oknum yang bisa menanggulanginya, dengan lancarnya arus lalu lintas dan pengamanan sangat membantu juga dalam penyaluran bantuan)

5. Presiden menugaskan Menko Kesra dibantu Gubernur DIY dan Gubernur Jateng serta para bupati daerah bersangkutan untuk membeli ternak para penduduk dengan harga pantas karena selama ini penduduk dinilai merasa berat meninggalkan rumahnya karena terbebani ternak mereka. Kalaupun ada yang membeli, harganya murah sekali.
(Keputusan ini cukup bijaksana, dimana tujuan pemimpin negara secara tidak langsung untuk menyelamatkan nyawa korban bencana yang masih bertahan hidup dengan berpindah ke daerah lain. Jika pemerintah yang membeli ternak-ternak tersebut, akan lebih mudah juga ternak tersebut dialokasikan. Secara tidak langsung pula para korban terbantu dalam hal keuangan, jika dijual murah kehidupan mereka akan lebih sulit lagi)

Jumat, 05 November 2010

Ingin miliki bisnis kuat, harus memiliki SDM yang kuat pula

Diposting oleh Titin Suria di 19.01 1 komentar
The Best CEO 2010 versi SWA
Agung Adiprasetyo: Bisnis Kuat, SDM Kuat
Jumat, 5 November 2010 | 09:19 WIB

Robert Adhi Ksp/KOMPAS

JAKARTA, KOMPAS.com — CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo (52) dinobatkan menjadi salah satu The Best CEO versi majalah SWA.
Saya ingin dikenang sebagai CEO yang dapat menciptakan orang-orang yang bangga pada profesinya, yang mengutamakan kejujuran, loyal, dan kuat di bidangnya, dan berstandar internasional. 
-- Agung Adiprasetyo.
Dalam acara penganugerahan yang diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (4/11/10) malam, Agung mengakui dalam tiga tahun terakhir ini perkembangan bisnis Kompas Gramedia sangat pesat.
Meskipun demikian, kata Agung, pesatnya bisnis Kompas Gramedia harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang juga kuat. Karena itulah, dia selaku CEO memfokuskan diri pada SDM. ”Percuma bisnis berkembang tetapi tidak disertai dengan SDM yang kuat,” kata Agung.
Majalah SWA melakukan riset terhadap 300 kandidat CEO yang dianggap layak mengikuti kompetisi The Best CEO 2010. Setelah diseleksi, tinggal 111 nama yang layak mengikuti kompetisi ini. Dan kompetisi ini dilakukan dengan melakukan survei online (e-mail) kepada 30-50 karyawan yang menjabat 1-4 level di bawah CEO.  Survei menggunakan kuesioner terstruktur yang berbasis pada The 4 Roles of Leadership dan Employee Commitment Index.
Agung Adiprasetyo dinilai mampu mengelola Kelompok Kompas Gramedua dengan bisnis yang makin terdiversifikasi. Di bawah kepemimpinan Agung, Kompas Gramedia tumbuh semakin solid, tak hanya berkutat di media. Agung dinilai sukses membangun lembaganya sebagai well managed company yang layak dijadikan benchmark bagi industrinya.
Agung Adiprasetyo menjadi CEO Terbaik kedua versi SWA, mengumpulkan poin 94,36, sedangkan posisi pertama diraih Yuslam Fauzi, CEO Bank Syariah Mandiri, yang meraih poin 96,44.
Di bawah Agung, Hasnul Suhaimi, CEO XL Axiata Tbk, mengumpulkan angka 93,53.
Setelah itu, berturut-turut CEO terbaik ke-4 hingga ke-10 adalah Suhartono (CEO Federal Internasional Finance), Eko Budiwiyono (CEP Jasindo), Wishnutama (CEO Trans TV), Joko Mogoginta (CEO Tiga Pilar Sejahtera Food), Rinaldi Firmansyah (CEO Telkom), Richard Budihadianto (CEO GMF Aseroasia), Rudi Borgenheimer (CEO Mercedes-Benz Indonesia).
Di bawah Agung Adiprasetyo, pertumbuhan bisnis Kompas Gramedia melesat. Jaringan toko buku (Gramedia) misalnya, kini tercatat 102. Jaringan hotel (Santika, Amaris, The Kayana, The Samaya) tercatat 33. Jaringan majalah kini 73, sedangkan jaringan surat kabar pada tahun 2010 tercatat 20.
Demikian pula jaringan tabloid, radio, media elektronik, percetakan, penerbit, industri, pendidikan, dan EO. Meski beberapa jumlahnya tetap, tetapi Agung mementingkan kualitas dan segmentasi audiens. Beberapa unit usaha dirampingkan demi efisiensi.
Agung juga menegaskan, ia lebih mengutamakan sumber daya manusia yang berkualitas. ”Banyak talenta, tetapi dibatasi birokrasi sehingga ibaratnya talenta-talenta itu mutiara dalam lumpur. Tugas kami mencari mutiara itu,” kata Agung.
CEO Kompas Gramedia itu menambahkan, dengan Key Performance Indicator  (KPI) yang dikaitkan dengan bonus tahunan, maka tak ada lagi istilah rajin malas sama saja.
Agung juga menekankan, jika perusahaan ingin langgeng hingga 100 tahun bahkan 1.000 tahun,  pengendalinya haruslah seorang profesional.
Direktur Eksekutif PT Grahawisata yang mengendalikan jaringan hotel Grup Santika, Lilik Oetama, mengatakan, Agung adalah individu yang punya komitmen tinggi dan berdedikasi terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, bahkan mau bekerja lebih keras sehingga memberikan hasil kerja dan kinerja terbaik terhadap organisasi.
”Mas Agung mampu menjaga kepercayaan yang diberikan para pemegang saham. Mas Agung mampu meneruskan filosofi para pendiri dan dia punya gaya sendiri memimpin perusahaan ini,” kata Lilik, putra pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama, yang juga Wakil CEO Kompas Gramedia.
”Saya ingin dikenang yang dapat mengembangkan warisan yang ditinggalkan pendiri Kompas Gramedia, mampu memuluskan masa transisi dari manajemen oleh pemilik menjadi perusahaan yang lebih profesional dan modern,” kata Agung.
”Saya juga ingin dikenang sebagai CEO yang dapat menciptakan orang-
orang yang bangga pada profesinya, yang mengutamakan kejujuran, loyal,
dan kuat di bidangnya, dan berstandar internasional,” kata Agung Adi-
prasetyo. (Robert Adhi Ksp)

Analisa:
 Membangun bisnis sudah merupakan hal yang sulit bagi seseorang, apalagi membangun bisnis yang kuat seperti yang tertulis pada artikel diatas. Didalam membangun bisnis baru saja, banyak orang merasa berat, termasuk untuk meninggalkan kariernya selama di perusahaan orang lain untuk berdikari. Banyak dari mereka yang sulit untuk meninggalkan tahap aman yang selama ini cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Memang benar adanya, apabila karier sudah memuncak membuat orang semakin hidup enak dan tidak ingin memusingkan diri dengan usaha sendiri namun perlu mereka ketahui bahwa hidup mandiri lebih baik daripada bekerja pada orang lain yang mana menyangkut batas usia produktif seseorang. Setibanya batas umur produktif orang itu, maka dia harus bersiap diri untuk keluar dari zona aman yang selama ini dirasakannya. Jadi hendaknya setiap orang mempersiapkan diri dari sekarang hingga masa mendatang, daripada hanya menunggu saat yang tidak diinginkan itu tiba tanpa ada persiapan yang matang karena bukan hanya akan merugikan diri sendiri, tetapi termasuk orang yang ada disekitarnya yaitu keluarga yang dimilikinya.

Jika dihubungkan dengan artikel diatas, yakni tentang bisnis yang kuat harus memiliki SDM yang kuat, hal ini tidak tertuju pada siapa yang bebisnis, tetapi tentang sosok Agung Prasetyo yang terpilih dalam pemilihan CEO terbaik di Indonesia. CEO, singkatan bahasa Inggris dari "Chief Executive Officer" (Indonesia:Pejabat Eksekutif Tertinggi), adalah jabatan tertinggi di suatu perusahaan dan mempunyai tugas untuk memimpin suatu perusahaan dan bertanggung jawab untuk kestabilan perusahaan tersebut.Beliau bisa memimpin dengan baik sehinggai bisnis menjadi kuat dan terus bertahan, yang menurut pendapatnya pihak perusahaan selain memperhatikan seluruh unsur managementnya namun ada satu yang terpenting yaitu Sumber Daya Manusia yang menjalankan rencana perusahaan tersebut. 


Manajemen Sumber Daya Manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam organisasi. Tujuannya adalah memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan ini, studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya perusahaan mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan memelihara karyawan dalam jumlah (kuantitas) dan tipe (kualitas). Oleh sebab itu, orang-orang yang terlibat didalamnya harus dipoles sedimikian rupa sehingga kuat menghadapi kondisi seperti apapun. Hal ini dapat dilakukan dengan cara salah satunya adalah memberikan prestasi kepada mereka yang memang bisa diandalkan sehingga pihak lain dapat juga terpacu untuk bekerja lebih giat dan lebih baik lagi. 

Kamis, 04 November 2010

Dokter "Berbisnis", Obat Generik Tak Dilirik

Diposting oleh Titin Suria di 19.26 0 komentar

MEDAN, KOMPAS.com — Penggunaan obat generik dinilai belum menjadi "primadona" bagi para dokter, baik yang bekerja di sarana pelayanan pemerintah maupun swasta karena masih banyak di antara mereka yang hanya memberikan resep obat paten kepada pasien.
Pengamat kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU), Destanul Aulia, Senin di Medan, mengatakan, masih minimnya dokter yang memberikan resep obat generik kepada pasien patut disesali, padahal kualitas obat generik tidak kalah dibanding obat paten.

Menurutnya, kondisi ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, terutama dinas kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selaku organisasi profesi yang menaungi para dokter. Padahal, Kemenkes juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/068/I/2010 tentang Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah.

Ia menilai, ada beberapa hal yang menyebabkan dokter enggan memberikan resep obat generik kepada pasien. Pertama, terkait hubungan bisnis antara dokter dan perusahaan farmasi. 

"Mungkin perusahaan farmasi memberikan insentif kepada dokter yang meresepkan obat paten produk mereka. Hubungan timbal-balik antara dokter dan perusahaan farmasi ini pula yang membuat mengapa obat generik tidak akan pernah menjadi ’primadona’," katanya.

Ada juga dokter yang memang "nakal" dengan mengatakan bahwa stok obat generik telah habis, padahal masih tersedia cukup banyak.

"Ya itu tadi penyebabnya. Semakin banyak dokter yang meresepkan obat paten kepada pasien, dia juga akan mendapat insentif lebih banyak dari perusahaan farmasi," terangnya.

Menurutnya, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan oleh pemerintah agar obat generik tidak lagi menjadi obat nomor dua. Misalnya dengan membatasi peredaran obat paten di pasaran dan lebih memperbanyak peredaran obat generik. 

"Namun yang paling penting bagaimana agar pemerintah lebih gencar mempromosikan penggunaan obat generik kepada masyarakat. Masyarakat juga harus lebih berani meminta resep obat generik kepada dokter," ujarnya.


Analisa:
Kejadian ini sungguh benar-benar disayangkan telah terjadi pada kalangan yang sangat berperan di kehidupan manusia, yakni seorang dokter. Padahal sebelum menjabat, tak ada satupun yang terlewat untuk mengucapkan sumpahnya yang kurang lebih menurut wikipedia adalah sebagai berikut:

Demi Allah, saya bersumpah bahwa :
Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan;
Saya akan memberikan kepada guru-guru saya penghormatan dan pernyataan terima kasih yang selayaknya;
Saya akan menjalankan tugas saya dengan cara yang berhormat dan ber moral tinggi, sesuai dengan martabat pekerjaan saya;

Kesehatan penderita senantiasa akan saya utamakan;
Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerja an saya dan karena keilmuan saya sebagai dokter;
Saya akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran;
Saya akan memperlakukan teman sejawat saya sebagai mana saya sendiri ingin diperlakukan;
Dalam menunaikan kewajiban terhadap penderita, saya akan berikhtiar dengan sungguh-sungguh supaya saya tidak terpengaruh oleh pertimbang an keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik kepartaian atau kedudukan sosial;
Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan;
Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan ke dokteran saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan;

Saya ikrarkan sumpah ini dengan sungguh-sungguh dan dengan memper taruhkan kehormatan diri saya.
Sungguh indah bukan isi daripada sumpah itu, namun setelah membaca artikel diatas, dapat diketahui bahwa kenyataan tidak sesuai dengan janji-janji yang diucapkan. Sama halnya dengan orang-orang yang sudah memperoleh impian besarnya, sudah biasa lupa akan janji dari mulutnya. Tugas dokter sebenarnya sangat mulia, namun mengapa bisa diarahkan ke bisnis begitu. Memang benar bahwa dokter juga manusia, yang ingin mengejar kenikmatan hidup. Tapi kiranya ingat juga akan tugas mulianya yakni menyelamatkan jiwa pasien yang ditangani.

Rabu, 20 Oktober 2010

SETAHUN SBY-BOEDIONO Desain Ulang Sistem Pendidikan!

Diposting oleh Titin Suria di 00.50 1 komentar
Rabu, 20 Oktober 2010 | 10:28 WIB
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Siswa kelas III SD Negeri Wonoagung 2 belajar di ruang kelas yang kondisinya memperihatinkan di Desa Wonoagung, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (9/10/2009).
JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pendidikan nasional harus didesain ulang karena kenyataannya telah melahirkan kesenjangan akses pendidikan yang semakin lebar serta meninggalkan karakter bangsa. Padahal, tujuan pendidikan nasional yang dicita-citakan para pendiri bangsa adalah masyarakat yang cerdas, berkeadilan, serta berkarakter keindonesiaan.

Sejumlah praktisi, pengamat, dan sastrawan, Selasa (19/10/2010), menyatakan, setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, kesenjangan terhadap akses pendidikan belum teratasi. Biaya pendidikan semakin mahal serta pendidikan untuk melahirkan generasi berkualitas secara keilmuan dengan karakter keindonesiaan yang kuat tercerabut dari desain pendidikan nasional.

Pengamat pendidikan, HAR Tilaar, mengatakan, acuan sistem pendidikan nasional yang berkiblat kepada negara-negara maju, terutama yang tergabung dalam Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), menciptakan kesenjangan akses dan mutu pendidikan yang semakin lebar antara sekolah yang berstandar pelayanan minimal, sekolah standar nasional, dan sekolah bertaraf internasional. ”Padahal, semestinya bangsa ini harus memperjuangkan pemerataan dan keadilan pendidikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Pendidikan selama puluhan tahun belum bisa menopang pengentasan kemiskinan. Kenyataannya, hampir 1,7 juta anak usia 6-15 tahun tidak tamat SMP. Padahal, mereka itu seharusnya mendapatkan hak dasar pendidikan sembilan tahun yang menjadi tanggung jawab negara.

Sebanyak 30 persen lulusan SMP tidak bisa melanjut pendidikan. Adapun lulusan SMA yang tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi hampir 60 persen.

Pendidikan itu tidak cuma untuk menciptakan anak pandai, tetapi juga harus membentuk warga yang berkarakter.
Bagikan beasiswa 

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, sulitnya siswa miskin menikmati pendidikan tinggi memang menjadi persoalan serius.

”Mata rantai kemiskinan di keluarga harus diputus dengan memberikan akses seluas-luasnya bagi anak miskin untuk sekolah dan kuliah,” kata Mohammad Nuh. Langkah yang ditempuh pemerintah, antara lain, memberikan berbagai beasiswa untuk siswa miskin serta mengalokasikan 20 persen dari kapasitas kursi perguruan tinggi negeri untuk mahasiswa miskin.

Muslimin Nasution, Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), mengatakan, arsitektur pendidikan telah salah mendesain pendidikan nasional. ”Pendidikan itu tidak cuma untuk menciptakan anak pandai, tetapi juga harus membentuk warga yang berkarakter,” ujarnya.

Sastrawan Acep Zamzam Noor mengatakan, pendidikan sekarang mengabaikan pembelajaran sastra. Padahal, sastra ikut memengaruhi pembentukan karakter siswa. Pada zaman penjajahan Belanda, setiap siswa harus membaca 25 buku sastra dalam setahun. ”Sekarang, belum tentu siswa membaca satu buku sastra dalam setahun,” ujar Acep dalam Sarasehan Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia yang berlangsung di Yogyakarta. 
(ELN/IRE

Analisa :
Satu tahun sudah Presiden dan Wakilnya menjabat di negara Indonesia, tentu saja hal ini menjadi perayaan namun sekaligus mengajak semua untuk mereview ulang, apa yang telah dihasilkan selama ini, apakah negara Ini sudah menjadi lebih berkembang? apakah sudah bisa mulai dibanding-bandingkan dengan negara maju lainnya? Jawabannya adalah tentu saja belum, karena kurun waktu satu tahun dinilai cukup singkat untuk merehab suatu negara. Karena kemajuan negara ini mencakup akan banyak hal dan salah satunya adalah tentang pendidikan.
Pendidikan sangat berperan penting didalam suatu negara, dimana dengan pendidikan itu seseorang memperoleh ilmu, juga sangat membantu membangun karakter yang baik bagi orang itu. Dapat dibayangkan jika suatu negara berisi orang-orang yang berkarakter buruk, maka negara ini tidak akan bisa maju tentunya. Oleh karena itu, perlu dihimbau kepada pemimpin negara untuk memperhatikan sistem pendidikan Rakyat Indonesia saat ini, perlu didesain ulang suatu sistem yang dinilai belum efektif, yang mana selama setahun ini belum kelihatan perubahannya.
Menurut saya, pembenahan pendidikan di Indonesia dapat dimulai dari daerah yang lebih terpencil, kalau di kota-kota sudah dinilai lumayan, dimana masyarakat kota sudah menyadari tentang pentingnya pendidikan untuk meningkatkan mutu hidupnya. Banyak diantara masyarakat kota yang setelah tamat SMU/SMK berbondong-bondong mendaftarkan diri ke universitas favorit masing2. Lain keadaannya dengan masyarakat di daerah terpencil, hidup mereka untuk mempertahankan hidup saja dianggap sangat susah, apalagi memikirkan pendidikan. Hanya sebagian kecil dari orang tua mereka yang memilki pikiran untuk merubah nasib mereka dengan menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi.
Selain di daerah terpencil, pemerintah juga perlu gesit dalam menangani korban-korban bencana alam yang sering menimpa Indonesia karena hal ini juga memperburuk pendidikan, yang mana semua sekolah-sekolah hancur ataupun sudah tidak layak untuk digunakan oleh para pelajar. Jika pemerintah bertele-tele akan hal ini, dapat dipastikan pendidikan di negara ini bisa semakin rusak. Semangat anak-anak akan merenggang untuk sekolah kembali jika sudah sekian lama tidak duduk di bangku sekolahnya, sifat malas itulah yang paling cepat menggerogoti negeri ini.
Maka dari itu, dihimbau agar Pemerintah dapat segera bertindak dengan desain sistem yang baru.. Untuk menuju Indonesia yang semakin maju dan berkembang terutama di dunia pendidikan.

 

Tin's Blog Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei